01 February 2010 ~ 0 Comments

Suyeni dan Amin

aminSebagai salah satu pasangan yang sukses menjalankan bisnis Oriflame di usia muda dan berhasil menjadi tim pertama di Indonesia yang bisa bekerja secara Crossline, Suyeni & Amin berhasil membuktikan bahwa tekad yang kuat akan membuahkan kesuksesan. Jalan hidup yang mereka pilih untuk fokus di bisnis Oriflame adalah tepat walaupun sebelumnya telah memiliki posisi cukup tinggi dan menikmati berbagai fasilitas perusahaan seperti jalan-jalan ke luar negeri dari pekerjaan sebelumnya, itu semua karena hanya di Oriflame sajalah mereka menemukan arti kesuksesan yang sesungguhnya.

Awal mula mengikuti bisnis Oriflame
Suyeni dilahirkan di Palembang tahun 1973. Beliau adalah anak ke empat dari 4 bersaudara. Sebagai anak bungsu beliau tidak dapat bermanja-manja karena pada usianya yang ke 2,5 tahun papanya meninggal dunia sehingga sedari kecil beliau sudah terbiasa mandiri. Latar belakang pendidikan Suyeni hanyalah tamatan SMA karena mamanya tidak mampu menyekolahkan Suyeni ke Perguruan Tinggi, namun berbekal bakat menggambar dan menjahit Suyeni mengambil kursus menjahit dan menjadi Fashion Designer dengan harapan dapat langsung bekerja mendapatkan penghasilan. Suatu hari Suyeni melihat ibunya yang harus bersusah-payah naik turun bis guna mengantar kakaknya berobat, dari situlah tekadnya membara bahwa suatu saat nanti beliau dapat membahagiakan ibunya.

Suatu hari di bulan Oktober 1999 beliau diperkenalkan mengenai Oriflame oleh teman viharanya dan beliau awalnya mau menjadi anggota hanya karena ingin membeli produk dengan harga yang lebih murah dan terjangkau. Hingga Upline-nya datang ke rumah beliau dan menjelaskan Success Plan Oriflame yang begitu sederhana, mudah dimengerti dan dijalankan sehingga kehidupan Suyeni mulai berubah menjadi lebih bersemangat, positif dan mempunyai impian lebih besar lagi. Downline pertama yang direkrut adalah pacarnya sendiri – Amin yang saat itu sedang berjuang mengumpulkan uang untuk menikah dengan Suyeni. Meski pada awalnya menolak, namun berkat kegigihan Suyeni maka Amin pun mengalah dan tetap berusaha mendukung Suyeni.

Bekerja penuh di Oriflame
Menjalankan bisnis Oriflame bukan berarti tiada halangan. Saat memutuskan untuk memfokuskan pekerjaan mereka di Oriflame pada tahun 2000, tantangan pertama justru datang dari keluarga, terutama ibunda Suyeni yang saat itu sudah bangga sekali dengan pekerjaan Suyeni sebagai Senior Designer. Namun hal tersebut tidak menyurutkan langkahnya untuk terus menekuni bisnis Oriflame. Hasilnya adalah di tahun yang sama Suyeni langsung mencapai 21% dan disusul dengan Amin 2 bulan kemudian. Pencapaian mereka tidak berhenti sampai di situ dan kian menanjak.

Suatu saat Ayah Amin sakit keras dan membutuhkan biaya ratusan juta rupiah. Di saat yang sama Suyeni hamil dan membutuhkan biaya persalinan yang tidak sedikit. Amin yang saat itu masih bekerja di sebuah perusahaan retail ternama merasa kecewa karena ternyata posisi tinggi di tempatnya bekerja tidak menjadi jaminan segala sesuatu berjalan dengan baik. Pada saat itulah beliau menyadari kalau dari dulu sudah fokus di Oriflame tentunya kondisinya akan jauh lebih baik. Sejak itu Amin memutuskan untuk fokus sepenuhnya di Oriflame dan menggabungkan bisnisnya dengan Suyeni sehingga keduanya bahkan meraih peringkat dan prestasi yang lebih tinggi lagi – Diamond Director. [oriflame.co.id]

Leave a Reply